Minggu, 28 Desember 2008.

Sebuah catatan perjalanan selama saya mengisi waktu liburan yang tidak seberapa banyak. Cukup dengan Bandung. bosan sudah saya disengat teriknya matahari. Hari berganti, petualangan baru menanti. hmm, hal itu saya tegapkan dalam hati.

Pagi-pagi benar saya singgah di rumah seorang teman. Awalnya, saya berniat menghabiskan waktu di tempatnya. Mengobrak-abrik kamarnya. Membedah komputernya. Ataupun menelanjangi koleksi bukunya. hal-hal tersebut merupakan tujuan awal saya.

“Mancing di Garut yuk!”, kata Tendi.

Hell Yeah.. Sudah lama saya tidak memancing. satu tahun? dua tahun? terakhir saya ingat, saya memancing di Cianjur ketika kelas 2 SMA. wow, sudah lama sekali. Bagi saya, memancing adalah kegiatan yang tepat di waktu luang ini. Memancing bisa mencederai kebosanan.

pukul satu tepat kami berangkat. Karena rumah Tendi di Katapang, Soreang, saya memutuskan untuk mengambil jalur melalui Bale Endah – Majalaya – Cijapati. Saya rasa jalur itu adalah jalur yang paling adem. apabila mengambil jalur normal lewat Soekarno Hatta, wow tak terbayang seberapa panasnya. apalagi Kopo begitu macetnya.

Cijapati sendiri adalah sebuah jalur alternatif yang menghubungkan Garut dengan Bandung. Jalur ini jarang digunakan karena jalannya yang sempit dan naik turun. saya rasa jalur ini membelah bukit.

jalur ini pun sering memakan korban. dulu, saya pernah jatuh di sana. terlalu bersemangat memutar gas, kurang hati-hati memperkirakan, rem motor yang kurang pakem. ketiga hal itu memberikan bekas luka di dengkul yang tidak hilang sampai sekarang.

Lupakan masa lalu, semua selalu berubah. Tapi tidak dengan Cijapati. jalur ini masih memberikan pemandangan indah yang sama. kebun-kebun teh yang hijau. bukit-bukit yang memanggil untuk didaki.

Dibandingkan puncak, Bogor, mungkin apa yang kita dapat di Cijapati tidak seberapa. Tapi, ada yang khas dari kesejukan yang saya rasa di Cijapati. Di sana, matahari menjadi lebih bersahabat. rasanya hangat menggairahkan.

Hal lain yang sensasional, dari sini kita bisa melihat kota Bandung. Wow, saya seringkali tergoda untuk menengok kiri-kanan. jalanan yang sepi membuat saya sedikit leluasa untuk melihat-lihat. tapi, kehati-hatian saat mengendarai kendaraan tetap diperlukan. jalanan Cijapati selalu siap menerkam mereka yang ceroboh.

“Hey, Cijapati, maafkan bila deskripsi saya tidak bisa menggambarkan keindahan yang saya dapatkan waktu itu. memang, lebih baik saya ambil foto dan menunjukkannya pada mereka. adalah kebodohan saya ketika bepergian tanpa kamera, haha, maaf, dan baiklah saya berhutang satu foto kepada kalian.”