Surat kabar atau koran (dari bahasa Belanda: Krant, dari bahasa Perancis courant) adalah suatu media massa cetak yang mengandung berita, informasi, dan iklan. Topik umum yang sering ditampilkan dalam surat kabar adalah politik, kriminalitas, bisnis, seni, sosial, dan olahraga.

Karena definisinya yang fleksibel itu, surat kabar mana yang pertama kali muncul masih dalam perdebatan. Ada beberapa versi mengenai surat kabar pertama. Di zaman romawi kuno, Acta Diurna, buletin yang dibuat oleh Julius Caesar diukir di atas batu atau besi yang kemudian ditempatkan di tempat-tempat umum.

Di Cina, pemerintahan Dinasti Han (200-300 Masehi) mengeluarkan lembaran berita bernama tipao yang diedarkan di dalam pemerintahan. Antara 713 dan 734, Kai Yuan Za Bao dari Dinasti Tang mempublikasikan berita pemerintahan melalui tulisan tangan di atas kain sutra. Itu pun hanya dikonsumsi oleh pejabat pemerintahan.

Pada 1605, Johann Carolus membuat surat kabar The Relation aller Fürnemmen und gedenckwürdigen Historien yang dikenal sebagai surat kabar pertama. The Dutch Courante uyt Italien Duytslandt yang terbit pada 1618 juga dipertimbangkan sebagai surat kabar pertama. Surat kabar itu diyakini sebagai surat kabar yang pertama karena bentuknya yang menyerupai buku seperti surat kabar yang kini kita kenal.

Sementara itu, Opregte Haarlemsche Courant dari Haarlem yang terbit pada 1656 adalah surat kabar tertua yang terbit secara berkala. Namun, pada 1942 surat kabar tersebut dipaksa bergabung dengan Haarlemse Dagblad oleh Jerman yang saat itu menjajah Haarlem. Sejak saat itu, Haarlemse Dagblad berganti nama Oprechte Haerlemse Courant 1656 dan menyatakan diri sebagai surat kabar tertua di dunia yang masih terbit.

Di Inggris, surat kabar pertama yang masih sederhana terbit pada 1621. sedangkan yang dianggap sebagai benar-benar surat kabar yang terbit secara teratur adalah Oxford Gazette yang terbit di Oxford pada 1665. Beberapa bulan kemudian ketika pemerintahan Inggris pindah ke London, surat kabar tersebut berubah nama menjadi London Gazette. Pada 1702, surat kabar harian pertama bernama the Daily Courant terbit.

Pada 1690 di Boston, Benjamin Harris memublikasikan Publick Occurances Both Forreign and Domestick. Surat kabar tersebut disebut-sebut sebagai surat kabar pertama di Amerika walaupun hanya terbit satu edisi sebelum dibredel pemerintah.

Pada 1704, pemerintah mengizinkan the Boston News-Letter terbit. Surat kabar ini kemudian menjadi surat kabar pertama yang terbit secara teratur di koloni. Setelah itu surat kabar mingguan mulai terbit di New York dan Philadelphia. Pada saat itu, surat kabar terbit dalam format british dan biasanya terdiri dari empat halaman yang tidak berada pada dua sisi kertas. Surat kabar itu membawa berita dari Kerajaan Inggris dan isinya bergantung pada pilihan editor. Baru pada 1783, the Pennsylvania Evening Post menjadi surat kabar harian pertama di Amerika.

Perkembangan teknologi percetakan telah mengakibatkan proses percetakan semakin cepat. Surat kabar pun dicetak pada kedua sisi lembaran kertas. Inovasi ini membuat surat kabar menjadi lebih murah dan semakin memasyarakat. Pada 1833, Benjamin Day membuat the New York Sun yang menandai era surat kabar sebagai komunikasi massa, dan karena murahnya harga sebuah surat kabar, era itu disebut dengan the penny press. Surat kabat dijual seharga enam sen dan mudah didapat dari penjaja di pinggir jalan.

Pada akhir abad 19, surat kabar di Amerika mengalami kejayaan karena surat kabar melakuakan promosi yang sangat agresif, terlebih setelah Joseph Pulitzer menerbitkan St Louis Post-Dispatch, dan membeli New York Word pada 1883. Pada saat dibeli Pulitzer, New York Word hanya mencetak 20 ribu eksemplar, namun pada 1892 pembacanya berjumlah 374 ribu orang. Kejayaan ini dikenal sebagai masa Newspaper Barons. Pulitzer juga memprakarsai dimuatnya cerita komik secara rutin pada surat kabar Minggu.

Surat kabar Amerika pada akhir abad 19 menjadi bisnis besar, karena sirkulasinya yang semakin besar dan banyak persaingan antarpenerbit. Tiap-tiap surat kabar ingin menarik perhatian pembacanya. Berbagai cara dilakukan, di antaranya dengan menulis headline dengan huruf besar dan tebal, serta dengan menulis berita-berita yang sensasional. Saat itu disebut era yellow journalism. Berita pada era itu didasarkan pada sensasi, kriminal, skandal, gosip, perceraian, seks, bencana, dan olah raga.

Tahun 1919 terbit surat kabar New York Daily News yang ukurannya lebih kecil, banyak menggunakan foto, dan menampilkan satu atau dua headline, serta menekankan unsur seks dan sensasi. Perwujudan tabloid semacam ini disebut sebagai jazz journalism.

Kenaikan koran-koran ukuran tabloid di tahun 1920-an yang dimulai oleh The New York Daily News, memberikan suatu dimensi baru terhadap jurnalisme. Akhirnya memang menjadi kegembiraan besar bagi kehidupan surat kabar, terutama dalam meliput berita-berita keras.

Saat ini, ada tiga kategori ukuran surat kabar modern, yaitu:

1) Broadsheets (ukuran besar): 600 mm x 380 mm, umumnya surat kabar yang berukuran besar seperti ini diidentikkan dengan surat kabar yang berkesan intelek,

2) Tabloids : setengah ukuran dari broadsheets (380 mm x 300 mm), seringkali dipandang sebagai surat kabar yang berisi berita sensasional,

3) Berliner atau Midi : 470 mm x 315 mm, digunakan oleh surat kabar Eropa seperti Le Monde di Perancis, La Stampe di Itali, El Pais di Spanyol, dan, sejak 12 September 2005, The Guardian di Inggris.

Surat kabar biasanya dicetak pada kertas murah yang disebut kertas koran. Sejak 1980-an, industri surat kabar berubah dari percetakan berkualitas rendah ke percetakan dengan kualitas tinggi dengan proses empat warna dan offset printing. Kehadiran komputer, word processing software, graphics software, kamera digital, dan digital prepress and typesetting semakin memajukan percetakan surat kabar. Teknologi tersebut membuat surat kabar mampu mencetak foto dan grafik berwarna dengan layout yang inovatif dan desain yang semakin baik.

Beberapa surat kabar bahkan dicetak dalam kertas berwarna. Contohnya, the Financial Times yang dicetak pada kertas berwarna merah muda. Mingguan olahraga Sheffield, the Green Un dicetak dalam warna hijau sesuai namanya.

Dilihat dari perkembangannya, perwajahan media massa cetak khususnya koran nampak semakin memanjakan konsumennya. Anggap surat kabar yang pertama kali muncul adalah Acta Diurna. Bayangkan bagaimana sulitnya masyarakat untuk mengakses informasi yang ada pada media tersebut. Mungkin, saat itu masyarakat perlu berebut untuk melihat hal baru apa yang terjadi. Kini, surat kabar telah berevolusi menjadi sesuatu yang dapat dengan mudahnya kita nikmati. Dunia serasa berada dalam genggaman tangan kita.

Berawal dari keinginan untuk mengetahui dan memberitahukan timbulah sebuah kegiatan yang disebut jurnalistik. Setiap orang dianggap memiliki hak yang sama untuk mengetahui apa yang terjadi di dunia ini. Karena itu, koran dijadikan sebuah media untuk memenuhi hak tersebut. Dengan harga yang murah, walaupun dengan kualitas kertas yang rendah, tiap orang bisa mendapatkan haknya tersebut.

Apalagi setiap hari selalu saja ada hal baru yang terjadi. Koran hari ini tidak sama segarnya dengan koran kemarin. Nampaknya anggapan seperti ini yang membuat koran dicetak dalam kertas berkualitas rendah yang ‘sekali pakai.’

Namun, persaingan bisnis membuat perusahaan mesti berpikir untuk tidak rugi dalam bisnis ‘sekali pakai’ ini. Tak mungkin mereka mau merugi karena tidak ada pembaca. Maka dicarilah cara untuk menarik banyak pembaca. Salah satunya adalah mengubah wajah media tersebut. Mereka mengembangkan desain yang menarik tanpa menghilangkan esensi dari keberadaan koran.

Tentunya pengubahan itu didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu. Salah satu contoh pengubahan tersebut adalah pengubahan ukuran. Satu hal yang dianggap menjadi motivasi utama dari pengubahan ini adalah kemudahan bagi konsumen untuk menikmati media massa. Hingga sekarang media massa cetak terus berkembang untuk mengahadapi tantangan dari media massa elektronik.

*) tulisan ini adalah tugas dari mata kuliah reka bentuk media