“cal jadi gak jualan, gw udah browsing resepnya nih.besok gw ke rumah lo yak, buka puasa bareng kita,hahahaha”

“heh
kadal bunting
kecoak nungging!!!!”

“ayo kita ngedisko pake lagu katak luar angkasa….

Aikotoba wa Afuro to Gunso
AFURO! (afro) GUNSO! (gunso), 3, 2, 1, Faiya!
Afuro Gunso! Afuro Gunso wa AFURO! (meow!)
Afuro Gunso! Afuro Gunso wa AFURO!
Ranbou ni hipparuna kiyasuku yubi de tsumamuna (aaw)
Sore ijyou chikazukuna itasura surana sawaruna! (AAW)
Chiri Chiri Jori Jori Babe
Bosa Bosa (Kushya Kushya) Mojya Mojya!
Kibishii tatakai daga tonikaku haragoshirae
Pyuua na uchuu no seimei sunao sugi teheso magari (AAW)
Teki wa kinpatsu de sutore-to 3, 2, 1, Faiya!
Afuro Gunso! Afuro Gunso wa AFURO! (aaw)
Afuro Gunso! Afuro Gunso wa AFURO! (MEOW!)”

HA! Sudah jengah saya membaca hal-hal seperti itu (comment) di sebuah situs pertemanan yang saya buat. Dari yang urgensinya tinggi hingga yang hanya asal ucap ada di sana. Lama-lama saya pun kesal ketika seringkali orang-orang (commentator (?)) hanya asal bicara. Apalagi ketika yang ber-comment adalah teman-teman yang tiap harinya saya temui. Lucu sekali. Kadang mereka bertanya. Kadang mereka mengutuk.

Alhasil, setiap kali saya mencek e-mail. Kaboom. Beratus-ratus e-mail yang masuk adalah e-mail yang berisi pemberitahuan dari friendster. Terpaksa saya harus meluangkan waktu menghapus e-mails tak penting itu. Dengan ditambah sedikit kecerobohan pada saat penghapusan, e-mails penting yang berada di antara tumpukan e-mail friendster ikut sirna. Ugh.

Akhirnya saya sadar situs-situs seperti ini kurang berguna. Orang-orang asing yang saya jumpai hanya menilai diri saya dari foto yang terpajang. Mungkin semua orang yang menjadi bagian dari situs itu pun sama, mereka hanya menilai orang lain dari fotonya saja. Ya…wajar jika dilihat dari bentuk lay-out situs tersebut. Lihat saja, apa yang disebut blog dalam situs tersebut saya rasa merupakan sebuah bagian dari profil sehingga pengunjung situs lebih sering memperhatikan profil orang dibanding blognya. Ketika profil tidak menarik, klik, situs ditinggalkan.

Berbeda dengan blogs, di wordpress misalnya, orang-orang lebih dihargai karena hasil tulisannya. Mereka dikenal karena pemikirannya. Jika saya perhatikan, orang-orang dalam blog seperti sedang berbagi cerita dengan kawan lama. Mereka seakan selalu haus informasi dan memiliki jiwa yang besar untuk berbagi.

Hm. Akhirnya saya pun memutuskan bahwa wordpress inilah yang akan menjadi mesin politik untuk menebarkan gagasan dan mimpi saya. Muahahaha. Selamat datang di dunia saya, Harmoni Hitam.