
Gila. Itu kata pertama yang mendengung di otak saya setelah selesai membaca komik Death’s Notice. Awalnya saya menyangsikan cerita yang dikemas dalam komik ini. Dengar saja judulnya: Death’s Notice: drama yang akan mengguncang jiwa. Agak sedikit norak. Terdengar seperti headline berita infotainment. Saya langsung beranggapan komik ini hanya ingin mendompleng kesuksesan komik Death Note. Judul keduanya mirip. Tetapi rupanya saya salah. Karya Mase Motoro ini benar-benar punya sesuatu yang baru.
Negara ini memiliki Undang-Undang Pemeliharaan Kemakmuran Negara yang membuat sebagian anak muda mati. Tujuannya agar para warga kembali menghargai nilai kehidupan. Setiap anak yang masuk SD di seluruh negeri akan diberikan vaksin Pencegahan untuk Kemakmuran Negara. Satu di antara 1000 suntukan terdapat nano kapsul khusus. Kapsul tersebut akan meledak dan merenggut nyawa anak-anak di hari yang sudah ditentukan saat mereka berumur antara 18 sampai 24 tahun. Tetapi, para anak muda itu baru akan mengetahui takdir mereka 24 jam sebelum waktu kematian mereka tiba. Dan sejak menerima surat pemberitahuan kematian atau ikigami, hari terakhir mereka pun dimulai. Read the rest of this entry »
Di sebuah penjara. Moloch selalu memimpikan hal yang sama: ia memimpin sekelompok orang menuju sebuah pulau, membantai pemukim di pulau itu. Adegan yang ia mimpikan seolah nyata. Namun, adegan yang ia mimpikan adalah kejadian 300 tahun yang lalu. Adegan itu memang nyata dan menjadi sejarah terkelam yang dimiliki oleh sebuah pulau bernama Dutch, atau orang-orang pulau itu lebih suka menyebutnya Suaka.