Ikigami-01_FJP_175x247

Gila. Itu kata pertama yang mendengung di otak saya setelah selesai membaca komik Death’s Notice. Awalnya saya menyangsikan cerita yang dikemas dalam komik ini. Dengar saja judulnya: Death’s Notice: drama yang akan mengguncang jiwa. Agak sedikit norak. Terdengar seperti headline berita infotainment. Saya langsung beranggapan komik ini hanya ingin mendompleng kesuksesan komik Death Note. Judul keduanya mirip. Tetapi rupanya saya salah. Karya Mase Motoro ini benar-benar punya sesuatu yang baru.

Negara ini memiliki Undang-Undang Pemeliharaan Kemakmuran Negara yang membuat sebagian anak muda mati. Tujuannya agar para warga kembali menghargai nilai kehidupan. Setiap anak yang masuk SD di seluruh negeri akan diberikan vaksin Pencegahan untuk Kemakmuran Negara. Satu di antara 1000 suntukan terdapat nano kapsul khusus. Kapsul tersebut akan meledak dan merenggut nyawa anak-anak di hari yang sudah ditentukan saat mereka berumur antara 18 sampai 24 tahun. Tetapi, para anak muda itu baru akan mengetahui takdir mereka 24 jam sebelum waktu kematian mereka tiba. Dan sejak menerima surat pemberitahuan kematian atau ikigami, hari terakhir mereka pun dimulai. Read the rest of this entry »

Ketika kita bicara tentang jurnalisme investigatif, mungkin terbayang dalam benak kita tentang seorang wartawan yang dengan cerdiknya bisa mengelabui seorang penjaga dan mengambil dokumen penting di sebuah kantor dengan tingkat keamanan tinggi. Atau mereka yang menyamar sebagai mafia untuk tahu kegiatan sehari-hari para mafia. Atau mungkin mereka yang menaruh kamera tersembunyi untuk mengetahui rahasia yang disimpan seseorang.

Lupakan sejenak aksi-aksi tersebut karena tak selamanya seorang wartawan investigatif harus melakukan aksi seperti itu. Bahkan dalam beberapa kasus, aksi-aksi tersebut membuat wartawan investigatif mesti berurusan dengan hukum! Read the rest of this entry »

Sekitar 16.20 kami menunggu jawaban kepastian dari Andreas Harsono di depan Permata Senayan. Hari itu, Selasa (13/10), Harsono memberikan janji untuk bertemu di apartemennya tepat pukul empat sore. Namun, sms tidak dibalas, telepon tidak diangkat.

Di depan pintu apartemennya, beberapa sandal dan sepasang sepatu tergeletak tidak teratur. Ah, ada kemungkinan dia ada di dalam. Ketukan pertama. Tak ada jawaban. Ketukan kedua. Sepi. Ketukan ketiga. Saya mulai berasumsi ia mungkin kelelahan karena kemarin baru dari Jogja dan mungkin tadi baru saja berurusan dengan Polisi. Ketukan keempat. “Coba ketuk tiga kali lagi,” kata saya. Teman saya yang mengetuk tidak mendengar suara apa-apa dari dalam.

Sekitar pukul 17.40 kami menyerah. Simpulan sudah bulat: ia tidak ada dan hari itu kami tak mungkin melakukan wawancara. Kamipun pulang dan berpisah di persimpangan jalan di depan apartemennya. Read the rest of this entry »

IMG_0003 fixDi sebuah penjara. Moloch selalu memimpikan hal yang sama: ia memimpin sekelompok orang menuju sebuah pulau, membantai pemukim di pulau itu. Adegan yang ia mimpikan seolah nyata. Namun, adegan yang ia mimpikan adalah kejadian 300 tahun yang lalu. Adegan itu memang nyata dan menjadi sejarah terkelam yang dimiliki oleh sebuah pulau bernama Dutch, atau orang-orang pulau itu lebih suka menyebutnya Suaka.

Ketika ia dibebaskan dari penjara oleh sekelompok orang jahat, ia memiliki satu obsesi: membalas dendam kepada istri yang berhasil membongkar rahasianya dan membawa kabur seluruh uang hasil dari cipratan darah korbannya. Ia tak pernah berselingkuh. Kaburnya sang istri ia anggap pengkhianatan. Penelusuran yang ia lakukan membawanya ke Suaka. Read the rest of this entry »

daripada hanya disimpan dalam hardisk komputer lebih baik saya sebarkan…

*******************************************************************************************************************************

“rather than love, than money, than fame, than faith, than fairness, give me truth”

-Henry David Thoreau-

Cintailah kebenaran. Sikap ini sangat fundamental bagi pemikir yang baik karena sikap ini senantiasa menggerakkan si pemikir untuk mencari, mengusut, meningkatkan mutu penalarannya. Cinta terhadap kebenaran diwujudkan dalam kerajinan (jauh dari kemalasan, jauh dari takut akan kesulitan dan jauh dari kecerobohan) serta diwujudkan dalam kejujuran, yakni sikap kejiwaan yang selalu siap sedia menerima kebenaran meskipun berlawanan dengan prasangka dan keinginan atau kecenderungan pribadi maupun golongan.

Menurut Poespoprodjo dalam Logika Scientifika, kewajiban mencari kebenaran adalah tuntutan intrinsik manusia untuk merealisasikan manusia menurut tuntutan keluhuran keinsaniannya. Manusia dikaruniai akal budi yang membedakannya dari makhluk hidup yang lain. Dengan akal budi ini manusia berpikir. Pada dasarnya berpikir merupakan sebuah proses yang membuahkan pengetahuan. Pengetahuan itu sendiri merupakan obor bagi peradaban manusia di mana manusia menemukan dirinya dan menghayati hidup dengan lebih sempurna

Pada hakekatnya, upaya manusia dalam memeroleh pengetahuan didasarkan pada tiga macam pertanyaan: apakah yang ingin kita ketahui? Bagaimanakah cara kita memperoleh pengetahuan? Dan apakah nilai pengetahuan itu bagi kita? Read the rest of this entry »